"Pekan ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak dalam tren menguat meskipun relatif terbatas. Optimisme pemulihan ekonomi diperkirakan masih menjadi pendorong gerak indeks pada pekan ini," sebut analis riset Panis Sekuritas Purwoko Sartono.
Data cadangan devisa, kinerja ekspor, rendahnya inflasi, serta terus menguatnya nilai tukar rupiah masih menjadi katalis positif bagi indeks.
Di sisi lain, sebutnya, investor juga masih akan mencermati pengumuman koalisi dan pasangan capres-cawapres. Hingga pekan lalu, baru satu pasang capres-cawapres yang memastikan diri menuju Pemilu Presiden 2009, yaitu Jusuf Kalla-Wiranto.
"Pelaku pasar masih menanti siapakah yang akan diusung SBY sebagai cawapres nantinya. Hal ini relatif penting dan dinanti menyangkut apakah cawapres yang dipilih nantinya cukup favorable bagi pasar serta efeknya terhadap dunia politik nasional," jelasnya.
Dikatakannya, secara teknikal indeks masih berada dalam tren bullish. Beberapa indikator sudah menunjukkan kondisi overbought meski momentum indikator masih terus menunjukkan kenaikan. "Kami perkirakan pekan ini indeks akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.812-1.924," sebutnya lagi.
Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 7,69 persen dari pembukaan 1.729,58 hingga ditutup pada 1.862,53 mengikuti gerak bursa regional. Pergerakan bursa regional didorong oleh sinyal membaiknya perekonomian global.
Tanda pulihnya perekonomian dari resesi global mendorong investor asing melirik kembali emerging market. Kenaikan indeks juga didukung oleh melonjaknya nilai transaksi yang rata-rata Rp 7 triliun sepanjang pekan lalu.
Pengumuman turunnya BI Rate serta hasil stress test perbankan di AS juga direspons positif oleh investor. Harga minyak mentah dan komoditas juga bergerak menguat seiring dengan antisipasi demand akan meningkat pascapulihnya perekonomian. Hampir semua saham unggulan bergerak menguat. Saham ASII, BUMI, INCO, dan PGAS menjadi pendorong gerak indeks terbesar.
Sementara di bursa saham AS, Wall Street pada pekan lalu menunjukan tren bullish. Sepanjang pekan lalu indeks Dow Jones industrial average menguat 4,4 persen, kemudian indeks The Standard & Poor’s 500 meningkat 5,9 persen, serta indeks komposit Nasdaq naik 1,2 percen.
Pada perdagangan akhir pekan lalu, Wall Street ditutup menguat seiring dengan melambatnya tingkat kehilangan pekerjaan AS pada bulan April serta hasil stress test terhadap perbankan AS yang menunjukkan bahwa bank-bank besar AS ternyata tidak membutuhkan suntikan dana sebesar yang dikhawatirkan. Dow Jones naik 164,80 poin (2 persen) menjadi 8.574,65. Kemudian indeks S&P 500 bertambah 2,4 persen pada 929,23. Serta indeks Nasdaq meningkat 1,3 persen ke 1.739,00.
Comments :
Post a Comment